Menu

Mode Gelap
Bekali Calon Danyon dan Danki, Kasad: Selesaikan Tugas dengan Kinerja Terbaik RTRW Purwakarta Sedot APBD Rp3,3 Miliar, Konsultan Dimonopoli Satu Perusahaan Purwakarta Istimewa. Pansus Raperda RTRW DPRD Belum Ketok Palu, PKKPR Peternakan Ilegal Bisa Terbit Ketua Pansus Akui Keterbatasan Dalam Kajian Draf Perubahan Perda RTRW Purwakarta Maksimalkan Pelayanan Operasi Ketupat Lodaya 2026, Kapolda Jabar Tinjau Pos Terpadu Cikopo Pansus I Mulai Bahas Raperda Inisiasi DPRD Purwakarta Tentang Pemajuan Kebudayaan

NASIONAL

DPRD Sumut Tolak Rencana Menteri Perdagangan RI Impor Beras,Petani Gabah se Indonesia Protes Bawa Gabah ke Jakarta

badge-check

Medan, Infoindependen.com – Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting kepada wartawan, Rabu (24/3) digedung dewan menanggapi rencana Menteri Perdagangan RI mengimpor beras 1 juta ton. Ia menolak keras rencana Menteri Perdagangan RI yang akan melakukan impor beras 1 juta ton ke Indonesia. Alasannya, kebijakan itu sangat melukai hati petani gabah yang semakin hari semakin tersungkur ekonominya di masa pandemi Covid-19 ini. Petani akan bawa panen gabah ke Jakarta.

“Jika rencana impor beras ini tetap dilaksanakan Menteri Perdagangan RI, kita kuatir para petani gabah se Indonesia akan melakukan aksi protes dengan membawa hasil panen gabahnya ke kantor Menteri Perdagangan di Jakarta, karena kemungkinan besar harga gabah petani anjlok alias tidak laku,” tegas Baskami.

Apalagi rencana importasi beras ini, tambah Baskami, dilakukan pada saat panen raya maupun saat stok dalam negeri melimpah, tentu yang paling terkena imbasnya petani gabah yang selama ini kehidupannya semakin terpuruk dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi sebaiknya jangan membuat kebijakan yang membunuh perekonomian masyarakat dengan cara mengimpor beras, karena hanya mendatangkan kemiskinan dan kesengsaraan bagi petani, ” ujar Baskami Ginting.

Yang pasti, jelas Baskami,  rencana itu sangat melukai hati petani dan melawan kebijakan Presiden Jokowi dengan gerakan cinta produksi dalam negeri serta gerakan menanam tanaman pendamping beras, seperti sagu, jagung, pisang, umbi-umbian yang dimotori oleh PDI Perjuangan.

Menurut Baskami, Indonesia sangat kaya dengan aneka rupa makanan serta hortikultura. Seharusnya Menteri Perdagangan RI menyakinkan seluruh anak bangsa bahwa impor beras tidak perlu dilakukan di saat Indonesia tidak mengalami krisis beras.

“Berdasarkan laporan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam rapat dengan DPR RI, beras diperkirakan surplus di atas 12 juta ton,” ujar Baskami sembari menambahkan stok beras pada akhir 2020 capai 7,38 juta ton. Sementara perkiraan produksi dalam negeri sebesar 17,51 juta ton, sehingga jumlahnya mencapai 24,9 juta ton.

Jika dilihat dari jumlah beras yang tersedia sesuai paparan Menteri Pertaniam RI, alangkah tidak memihaknya Menteri Perdagangan RI terhadap kehidupan petani di Indonesia, sehingga berencana mengimpor beras 1 juta ton. ujar Baskami yang merupakan politisi PDI Perjuangan itu. (Rafika)

Baca Lainnya

Bekali Calon Danyon dan Danki, Kasad: Selesaikan Tugas dengan Kinerja Terbaik

17 April 2026 - 00:07 WIB

Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas

13 Maret 2026 - 19:12 WIB

Kasum TNI Buka Rakor Komlek TNI 2026, Perkuat Sinergi dan Modernisasi Sistem Komunikasi Militer

13 Maret 2026 - 02:01 WIB

Tinjau Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Wakapolri: Progres Capai 43 Persen

13 Januari 2026 - 00:31 WIB

Christian Adrianus Sihite Uji Ketentuan Rangkap Jabatan Polisi dalam UU Polri

8 Januari 2026 - 18:11 WIB

Trending di NASIONAL