Menu

Mode Gelap
Respon Aduan Warga, Pamapta Polres Purwakarta Turun Langsung ke Lapangan Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Malaysia Dampak Aktivitas Truk Pengangkut Batu Bara, Warga Keluhkan Jalan Berdebu Dan Dinding Rumah Retak Sah! Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027 Bekali Calon Danyon dan Danki, Kasad: Selesaikan Tugas dengan Kinerja Terbaik RTRW Purwakarta Sedot APBD Rp3,3 Miliar, Konsultan Dimonopoli Satu Perusahaan

NASIONAL

Erman Rahman Buka Bimtek Jitu Pasna Angkatan V

badge-check


					Erman Rahman Buka Bimtek Jitu Pasna Angkatan V Perbesar

Padang, infoindependen. Suryadi Eviontri ST. MT (Kepala Bidang Rehab Rekon BPBD Sumbar) mengatakan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah Propinsi Sumatera Barat melaksanakan Bimbingan Tekhnis Hitung Cepat Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana Angkatan V di Bumi Minang Hotel.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan menjalankan protokol kesehatan guna pencegahan pandemi COVID-19, sebelum registrasi peserta mengikuti tes swab antigen yang telah disediakan oleh panitia.
Peserta yang mengikuti kegiatan angkatan V ini terdiri dari BPBD dan relawan dari Kota Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan dan jurnalis Jitu Pasna dengan total keseluruhan 115 orang.

Dalam arahannya saat membuka bimtek, Kalaksa BPBD Sumbar Erman Rahman mengatakan bahwa dalam penanganan situasi bencana semua unsur harus ikut terlibat, karena tidak bisa dilakukan tanpa kebersamaan” katanya.

Erman Rahman juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran semua peserta walaupun ada yang gagal mengikuti bimtek karena hasil tes swab reaktif.

“Walaupun semua yang hadir di Bimtek sudah lulus tes swab tapi jangan sampai menjadi lalai dengan Prokes, karena Covid-19 menyerang siapa saja tanpa memandang usia dan golongan” harapnya.

Erman Rahman mengatakan “Sumbar merupakan wajah bencana di Indonesia karena semua bencana ada di Sumbar, seperti ancaman tsunami dari Megatrust Mentawai, longsor dan banjir serta ancaman gempa“.

“Kita masih ingat akan bencana gempa 2009 yang dari peristiwa itu mengakibatkan 1.115 orang tewas dan 2.329 lainnya terluka, 279.000 bangunan mengalami kerusakan, serta berdampak pada 1.250.000 warga di kawasan”. Namun saat itu penghitungan pasca bencana belum akurat hingga ada keterlambatan pada masa pemulihan,
menurut Erman Rahman kondisi keterlambatan itu dikarenakan BPBD belum dikukuhkan seperti saat ini

“Semoga dengan digelarnya Bimtek ini peserta dapat melakukan hitung cepat pengkajian pasca bencana, dan dengan ini saya selaku Kepala BPBD Sumbar membuka Bimtek ini.

Baca Lainnya

Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Malaysia

26 April 2026 - 11:52 WIB

Sah! Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027

22 April 2026 - 22:20 WIB

Bekali Calon Danyon dan Danki, Kasad: Selesaikan Tugas dengan Kinerja Terbaik

17 April 2026 - 00:07 WIB

Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas

13 Maret 2026 - 19:12 WIB

Kasum TNI Buka Rakor Komlek TNI 2026, Perkuat Sinergi dan Modernisasi Sistem Komunikasi Militer

13 Maret 2026 - 02:01 WIB

Trending di NASIONAL