Jaminan Fidusia Salah Satu Bentuk Jaminan Kebendaan Yang Dapat DilakukanI Untuk Peningkatan Modal Investasi Di Kota Pekanbaru

Oleh : Swanto Tjahjana

Kota Pekanbaru merupakan daerah yang padat penduduk dan memiliki tingkat perekonomian yang sangat baik. Saat ini perekonomian masyarakat tidak baik karena pandemi Covid 19. Oleh karena itu perlu adanya usaha untuk meningkatkan pendapatan dengan melakukan investasi. Investasi bisa dilakukan dengan memiliki usaha guna meningkatkan pendapatan. Namun kadang terkendala dengan modal. Usaha untuk mendapatkan modal dapat dilakukan dengan jaminan fidusia. Jaminan kebendaan seperti mobil yang dapat dijadikan jaminan untuk mendapatkan modal. Walaupun di fidusiakan tapi mobil masih bisa digunakan untuk kegiatan usaha dan dapat meningkatkan investasi misalnya dengan usaha rental mobil atau usaha GRAB, GOJEK ataupun MAXIM.

Jaminan fidusia dapat dijadikan alternatif dalam mendapatkan modal investasi yang ada di Kota Pekanbaru sehingga masyarakat terbantu dalam mendapatkan pendapatan pada saat sekarang ini. Pandemi Covid 19 yang melanda di berbagai negara termasuk Kota Pekanbaru telah melumpuhkan berbagai usaha yang dijalankan masyarakat. Melalui fidusia diharapkan masyarakat bisa memiliki modal dan bangkit kembali untuk menjalankan usahanya.

Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang. Pihak-pihak yang melakukan investasi disebut dengan investor. Investor pada umumnya bisa digolongkan menjadi dua, yaitu investor individual (individual investors) dan investor institusional (institutional investors). Investor individual terdiri dari individu-individu yang melakukan aktivitas investasi. Sedangkan investor institusional biasanya terdiri dari perusahaan-perusahaan asuransi, lembaga penyimpanan dana, (bank dan lembaga simpan-pinjam), lembaga dana pensiun, maupun perusahaaninvestasi. Pada dasarnya tujuan orang melakukan investasi adalah untuk menghasilkan sejumlah uang. (Tandelilin, 2010:2)

Keputusan Investasi dapat dilakukan oleh individu atau suatu entitas yang mempunyai kelebihan dana. Menurut Sunariyah (2010:4) investasi dalam arti luas terdiri dari dua bagian utama yaitu :

1. Investasi dalam bentuk aktiva riil (real asset) berupa aktiva berwujud seperti emas, perak, intan, barang-barang seni dan real estate.

2. Investasi dalam bentuk surat-surat berharga (financial asset) berupa suratsurat berharga yang pada dasarnya merupakan klaim atas aktiva riil yang dikuasai oleh entitas.
Pemilihan aktiva financial dalam rangka investasi pada sebuah entitas dapat dilakukan dengan dua cara:

BACA JUGA :  Ajukan Surat Bantuan Ke Polri Untuk Cari Buronan KPK Resmi Harun Masiku

a. Investasi Langsung(direct investment). Investasi langsung dapat diartikan sebagai suatu pemilikan surat-surat berharga secara langsung dalam suatu entitas yang secara resmi telah go public, dengan harapan akan mendapatkan keuntungan berupa penghasilan dividen dan capital gain.
b. Investasi tidak langsung (indirect investment). Investasi tidak langsung terjadi bilamana surat-surat berharga yang dimiliki diperdagangan kembali oleh perusahaan investasi (investment company) yang berfungsi sebagai perantara.

Investasi merupakan komitmen atas sejumlah dana atau sumberdaya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang. Seorang investor membeli sejumlah saham saat inidengan harapan memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham ataupun sejumlah deviden di masa yang akan datang, sebagai imbalan atas waktu dari risiko yang terkait dengan investasi tersebut (Tandelilin, 2010:2). Sedangkan pengertian investasi menurut Sunariyah yang dikutip dalam Salamah (2011:4) adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapat keuntungan di masa-masa yang akan datang.

Jaminan adalah sebagai sesuatu yang diberikan kepada kreditur untuk menimbulkan keyakinan bahwa debitur akan memenuhi kewajiban yang dapat dinilai dengan uang, yang timbul dari suatu perikatan. Meskipun secara teoritis fidusia mempunyai kekurangan-kekurangan, akan tetapi secara praktis fidusia telah mendapatkan tempat yang utama dalam dunia perkreditan di Indonesia. Dan sejalan dengan program pemerintah untuk “menggalakkan” pemberian kredit kepada golongan ekonomi lemah dan pengusaha kecil, yang merupakan bagian terbesar dari rakyat Indonesia, fidusia dapat menjalankan peranan yang membantu baik bagi pemberi kredit maupun penerima kredit (Salim HS: 2004: 9).

Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan dimasa datang. Istilah investasi bisa berkaitan dengan berbagai macam aktivitas. Menginvestasikan dana pada sektor rill (tanah, emas, mesin atau bangunan) maupun asset finansial (deposito, saham atau obligasi), merupakan aktifitas yang umum di lakukan.

BACA JUGA :  Panglima TNI Terima Audiensi Direktur Utama PT. KAI (Persero)

Kegiatan investasi yang dilakukan oleh masyarakat secara terus menerus akan meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan nasional dan meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat. Peranan ini bersumber dari tiga fungsi penting dari kegiatan investasi, yakni (1) investasi merupakan salah satu komponen dari pengeluaran agregat, sehingga kenaikan investasi akan meningkatkan permintaan agregat, pendapatan nasional serta kesempatan kerja; (2) pertambahan barang modal sebagai akibat investasi akan menambah kapasitas produksi; (3) investasi selalu diikuti oleh perkembangan teknologi.

Dalam kehidupan sehari-hari keperluan akan dana guna menggerakkan roda perekonomian dirasakan semakin meningkat. Di satu sisi ada masyarakat yang kelebihan dana, tetapi tidak memiliki kemampuan untuk mengusahakannya, dan di sisi lain ada kelompok masyarakat lain yang memiliki kemampuan untuk berusaha namun terhambat pada kendala oleh karena hanya memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki dana sama sekali. Untuk mempertemukan keduanya diperlukan intermediary yang akan bertindak selaku kreditor yang akan menyediakan dana bagi debitor. Dari sinilah timbul perjanjian utang piutang atau pemberian kredit. Istilah jaminan merupakan terjemahan dari istilah Zekerheid atau Cautie yaitu kemampuan debitur untuk memenuhi atau melunasi perutangannya kepada kreditur, yang dilakukan dengan cara menahan benda tertentu yang bernilai ekonomis sebagai tanggungan atas pinjaman atau utang yang diterima debitur tehadap krediturnya.

Perjanjian pembebanan jaminan dapat dilakukan dalam bentuk lisan dan tertulis. Perjanjian dalam bentuk lisan, biasanya dilakukan dalam kehidupan masyarakat pedesaan, masyarakat yang satu membutuhkan pinjaman uang kepada masyarakat, yang ekonominya lebih tinggi. Sedangkan perjanjian pembebanan jaminan dalam bentuk tertulis, biasanya dilakukan dalam dunia perbankan, lembaga keuangan non bank maupun lembaga pegadaian. Perjanjian ini dilakukan dalam bentuk akta di bawah tangan dan atau akta autentik.1 Jadi, bentuk perjanjian jaminan mengenai berbagai macam lembaga jaminan dalam praktek perbankan di Indonesia senantiasa disyaratkan dalam bentuk tertulis, yang dituangkan dalam format tertentu dari bank atau dituangkan dalam bentuk akte Notaris.

BACA JUGA :  KPK Tahan Tersangka Kasus Perkara Suap Penerbitan Perda Di Kepulauan Riau Tahun 2018/2019

Didalam Pasal 1131 K.U.H. Perdata diletakkan asas umum hak seseorang kreditur terhadap debiturnya, dalam mana ditentukan bahwa “segala kebendaan si berhutang, baik yang bergerak maupun tak bergerak, baik yang sudah ada maupun yang baru akan ada dikemudian hari, menjadi tanggungan untuk segala perikatannya perseorangan”.Jadi hak-hak tagihan seorang kreditur dijamin dengan:

a) Semua barang-barang debitur yang sudah ada, artinya yang sudah ada pada saat hutang dibuat.

b) Semua barang yang akan ada; di sini berarti: barang-barang yang pada saat pembuatan hutang belum menjadi kepunyaan debitur, tetapi kemudian menjadi miliknya. Dengan perkataan lain hak kreditur meliputi barangbarang yang akan menjadi milik debitur, asal kemudian benar-benar menjadi miliknya.

c) Baik barang bergerak maupun tak bergerak. Ini menunjukkan, bahwa piutang kreditur menindih pada seluruh harta debitur tanpa terkecuali.

Keuntungan dengan adanya jaminan Fidusia adalah dalam hal pembuatan sertifikat Fidusia, yaitu pendaftaran jaminan Fidusia ke kantor pendaftaran Fidusia untuk diresmikan oleh Notaris. Pembuatan sertifikat jaminan Fidusia bertujuan untuk melindungi kedua belah pihak, baik pemberi pinjaman maupun peminjam, secara hukum dalam proses eksekusi nantinya. Dengan begitu, kedua belah pihak dapat terhindar dari hal dan kejadian merugikan yang tak diinginkan. Bagi pihak pemberi pinjaman, sertifikat jaminan Fidusia memberikan kekuatan hukum untuk tindak pengambilan benda yang dijadikan jaminan nantinya. Bahkan pihak bank bisa mendapatkan dukungan legal dari aparat hukum dengan pembuatan surat eksekusi dan pengamanan dalam prosesnya. Dengan begitu, pihak bank dapat melakukan eksekusi dengan aman dan legal tanpa khawatir munculnya permasalahan seperti pengajuan tuntutan hukum dari peminjam. Sedangkan bagi yang menjadi peminjam, sertifikat ini berperan melindungi dari kemungkinan tindakan sewenang-wenang oleh pihak bank yang menyita benda yang diijadikan pinjaman karena adanya hak eksekusi