Piket Kebersihan, 3 Napi Lapas Talu Melarikan Diri

Sumbar, infoindependen. Kepada wartawan
Kepala Lapas III Talu Pasaman Barat, Donni Isa Dermawan mengatakan warga binaan itu dikeluarkan untuk bertugas sebagai petugas piket kebersihan blok kamar hunian.

Saat melaksanakan kebersihan, 3 orang diantaranya lari kencang menuju pagar teralis depan blok kamar hunian.
Akibat ditugasi piket kebersihan, dijadikan peluang oleh tiga orang warga binaan untuk kabur dari Lembaga Pemasyarakatan.
Terkait kaburnya 3 orang napi tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat, Andika Dwi Prasetyo mengatakan “Iya dong, kita aja ke anak kasih tanggung jawab”.
Hal ini dikatakan Andika saat dikonfirmasi sehubungan piket tanggung jawab kebersihan di Lapas III Talu Pasaman Barat.
Terkait anggaran kebersihan di lapas, Andika mengatakan Secara eksplisit ngak ada anggaran untuk kebersihan dalam pengertian untuk membayar petugas khusus yang lakukan pembersihan di lapas.
Sehubungan dengan dugaan adanya kemungkinan penyelewengan anggaran kebersihan di lapas, Andika menegaskan “Jaman sekarang mana berani orang selewengkan anggaran”.

Saya sudah bentuk tim dan saat ini tim masih bekerja melakukan pemeriksaan & pendalaman di tempat kejadian perkara.
bila dari hasil pemeriksaan oleh tim ada petugas yang terlibat dengan sengaja atau bekerjasama dengan napi yang lari itu saya pastikan akan kita beri sanksi berat.
Bila perlu saya usulkan untuk dipecat, dan
saya perintahkan kepada Kalapas untuk terus buru & tangkap kembali napi pelarian tersebut dengan meminta bantuan jajaran Polri.
Kepada masyarakat yang mengetahui mohon bantuan memberi informasi dan khusus kepada keluarga napi tersebut agar membantu untuk menyadarkan si napi segera menyerahkan diri menjalani kembali sisa hukumannya.
Bila menyerahkan diri kami akan hargai yang bersangkutan dengan tidak diberikan pemberatan-pemberatan sebagaimana bila yang bersangkutan tertangkap kembali.
Sebagaimana diketahui kaburnya napi di Sumatera Barat terjadi sebanyak tiga kali secara beruntun.
Mulai dari Rutan Painan (satu orang berhasil ditangkap kembali), Rutan Solok Selatan (8 orang).
Dan terakhir tiga orang warga binaan berhasil kabur dari Lapas Talu, sebagai dampak dibebani tanggung jawab untuk kebersihan. (DT)

BACA JUGA :  Rencana Anggaran TKDD Beserta Tujuh Arah Kebijakannya