Menu

Mode Gelap
Gelar Sidang Paripurna Hari Jadi, DPRD Purwakarta Tekankan Pentingnya Identitas Budaya PETI Masih Beroperasi Didesa Sungai Paku, Singingi Hilir, Diduga Kuat Ada Bekingan Diduga Kebal Hukum, Gudang Penampungan CPO Tanpa Izin Di Desa Petani, Mandau Bebas Beroprasi Keselamatan Pengguna Jalan Diabaikan, LPPI Desak Instansi Terkait Hentikan Proyek SPAM Jampidsus Akui Kepemilikan Rumah Mewah di Sentul, Emas dan Uang Bukan Miliknya Kepolisian dan Dispora Diminta Tertibkan Parkir Liar di Danau Raja dan Diproses Secara Hukum

DAERAH

Proyek Rekonstruksi Ruas Jalan Taman Pahlawan Purwakarta Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Teknis, KDM Diminta Sidak

badge-check


					Foto: Pemasangan Uditch tanpa lantai kerja. Perbesar

Foto: Pemasangan Uditch tanpa lantai kerja.

Proyek Pekerjaan rekonstruksi Jalan Taman Pahlawan Purwakarta yang meliputi pekerjaan peningkatan jalan hotmix dan drainase sepanjang 1.875 M dengan kontrak sebesar Rp 7.069.308.105, diduga tidak sesuai spesifikasi teknis kontruksi.

Purwakarta, Infoindependen.com –
Pasalnya, proyek yang dikerjakan oleh PT. Prima Karya Mixindo, didampingi Konsultan PT. Laksana Disain Daya Cipta KSO dan PT. Kriyasa Abdi Nusantara, pemasangan uditch tidak rapi dan tanpa lantai kerja.

Di lokasi proyek, uditch tampak asal terpasang tanpa level elevasi, sehingga air yang masuk ke saluran drainase tidak mengalir. Sebagian besar uditch yang sudah terpasang terbuka tanpa ditutup plat beton dan tidak dibarengi pemasangan rambu pengaman.

Tujuan pengerjaan drainase menggunakan uditch seyogyanya untuk mencegah genangan dan banjir, mengalirkan air hujan dan limbah secara efisien, serta mengendalikan erosi tanah.

“Itu kan uditch diperlukannya untuk outlet keluar, untuk outlet pembuangan air. Kalau pemasangan batu sebagian ya, untuk outlet yang sering banjir kita pakai uditch, untuk pasangan batu pembuangannya ke arah timur,” ujar Ojoy, Mandor pelaksana PT. Prima Karya Mixindo, beberapa waktu lalu.

Dampak dari lambannya pekerjaan drainase menimbulkan kemacetan sepanjang ruas Jalan Taman Pahlawan – Jalan Industri dan terganggunya usaha ekonomi mikro masyarakat setempat.

Salah seorang pedagang mengaku mengalami penurunan omzet akibat lambannya pelaksanaan proyek rekonstruksi ruas jalan tersebut.

“Saluran di depan warung terbuka lebar, sehingga untuk parkir kendaraan sepeda motor pelanggan saya tidak ada tempat,” ucap Yuyu, pada Rabu (15/10/2025).

“Sejak ada proyek ini, omzet turun sampai 50%,” keluhnya.

Beberapa warga pengguna jalan yang setiap hari melintas di ruas Jalan Taman Pahlawan – Jalan Industri, meminta kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk turun ke lokasi melihat langsung seperti apa kondisi di lapangan.

“KDM Bapak Aing, tolong kami warga Purwakarta, mau bekerja setiap hari harus berangkat dari rumah lebih pagi, karena macet takut terlambat sampai di tempat kerja,” ungkap salah seorang karyawan. (JGS)

Baca Lainnya

Gelar Sidang Paripurna Hari Jadi, DPRD Purwakarta Tekankan Pentingnya Identitas Budaya

20 Juli 2026 - 19:17 WIB

PETI Masih Beroperasi Didesa Sungai Paku, Singingi Hilir, Diduga Kuat Ada Bekingan

16 Juli 2026 - 00:14 WIB

Diduga Kebal Hukum, Gudang Penampungan CPO Tanpa Izin Di Desa Petani, Mandau Bebas Beroprasi

14 Juli 2026 - 04:46 WIB

Keselamatan Pengguna Jalan Diabaikan, LPPI Desak Instansi Terkait Hentikan Proyek SPAM

13 Juli 2026 - 16:49 WIB

Kepolisian dan Dispora Diminta Tertibkan Parkir Liar di Danau Raja dan Diproses Secara Hukum

9 Juli 2026 - 19:04 WIB

Trending di DAERAH