Menu

Mode Gelap
Gelar Sidang Paripurna Hari Jadi, DPRD Purwakarta Tekankan Pentingnya Identitas Budaya PETI Masih Beroperasi Didesa Sungai Paku, Singingi Hilir, Diduga Kuat Ada Bekingan Diduga Kebal Hukum, Gudang Penampungan CPO Tanpa Izin Di Desa Petani, Mandau Bebas Beroprasi Keselamatan Pengguna Jalan Diabaikan, LPPI Desak Instansi Terkait Hentikan Proyek SPAM Jampidsus Akui Kepemilikan Rumah Mewah di Sentul, Emas dan Uang Bukan Miliknya Kepolisian dan Dispora Diminta Tertibkan Parkir Liar di Danau Raja dan Diproses Secara Hukum

DAERAH

Diduga Kades Sungai Deras Kerinci Sekongkol Korupsi DD Ratusan Juta

badge-check


					Ket foto: Ilustrasi Korupsi Dana Desa. Perbesar

Ket foto: Ilustrasi Korupsi Dana Desa.

Mencuat sederetan kasus dugaan penyalahgunaan dan penyelewengan Dana Desa (DD) anggaran tahun 2023 yang dilakoni Helmi selaku Kepala Desa (Kades)  Sungai Deras, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Jambi, Infoindependen.com – Dikutip dari Siasatinfo.co.id, dalang dugaan korupsi DD ini dituding warga setempat karena disinyalir ada persekongkolan dengan Sekdes Yon Harles dan Bendahara Azni Wati menggerayangi uang masyarakat desa dengan semena-mena tanpa diketahui.

Berdasarkan keterangan berhasil dihimpun Siasatinfo.co.id, Selasa (15/7/2025) mengungkapkan bahwa, ditemukan beberapa pos kegiatan disinyalir ladang korupsi Kades Helmi dan kroninya dari Pagu DD sebesar Rp. Rp. 684.490.000 ( Rp. 684, 49 Juta).

“Biaya pos kegiatan pembangunan Sumber Air Bersih Milik Desa (Mata Air/Tandon Penampungan Air Hujan/Sumur Bor) sebesar Rp 250 juta dinilai warga terjadi pembengkakan anggaran.

Lalu biaya pembangunan Prasarana Jalan Desa, Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase sebesar Rp 51,2 Juta, dicurigai sebagai lahan korupsi kades.”

“Kemudian ada lagi biaya Pemeliharaan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, sebesar Rp 30 juta, tiga kegiatan diatas diduga tumpang tindih anggara yang diakal-akali Kades agar mulus mengeruk dana desa,”ujar sumber warga.

Dilanjutkan sumber lagi, Dana BLT dengan judul pos mendesak sebesar Rp. 108 Juta, tak jelas aliran dana yang disalurkan Kades Helmi.

“Penyaluran dana bantuan langsung tunai (BLT)  boleh di cek kebenarannya. Banyak bocoran dana BLT tidak tepat sasaran lebih ke keluarga Kades dan perangkat desa,”kata warga.

Kemudian pos belanja untuk penyelenggaraan Festival Kesenian, Adat/Kebudayaan, dan Keagamaan (perayaan hari kemerdekaan, hari besar keagamaan tingkat Desa sebesar Rp 28,2 juta.”

Lalu biaya pembinaan PKK Rp 20 juta, dan Pembinaan Karang Taruna/Klub Kepemudaan/Klub Olah raga Rp 4.08 juta, ini diduga Rekayasa.”

“Uang untuk penyelenggaraan  Festival Lomba/ Kepemudaan dan Olahraga tingkat Desa Rp 40,2 Juta, sama sekali tidak ada pelaksanaannya yang kami lihat di desa,”ungkap warga setempat.

Sementara menurut Kades Helmi, Jum’at (11/7/2025) langsung kepada Siasatinfo.co.id, bahwa pelaksanaan DD sudah sesuai peruntukannya. (**)

Baca Lainnya

Gelar Sidang Paripurna Hari Jadi, DPRD Purwakarta Tekankan Pentingnya Identitas Budaya

20 Juli 2026 - 19:17 WIB

PETI Masih Beroperasi Didesa Sungai Paku, Singingi Hilir, Diduga Kuat Ada Bekingan

16 Juli 2026 - 00:14 WIB

Diduga Kebal Hukum, Gudang Penampungan CPO Tanpa Izin Di Desa Petani, Mandau Bebas Beroprasi

14 Juli 2026 - 04:46 WIB

Keselamatan Pengguna Jalan Diabaikan, LPPI Desak Instansi Terkait Hentikan Proyek SPAM

13 Juli 2026 - 16:49 WIB

Kepolisian dan Dispora Diminta Tertibkan Parkir Liar di Danau Raja dan Diproses Secara Hukum

9 Juli 2026 - 19:04 WIB

Trending di DAERAH