Terminal Tipe A Bandara Raya Payung Sekaki Diduga Serat Dengan Pungli

Riau, Infoindependen.com – Diduga Kasad Terminal Tipe A Bandara Raya Payung Sekaki (BRPS) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau serat dengan pungutan liar (pungli). Ada nya dugaan pungli di terminal BRPS kota Pekanbaru dirasakan para pengguna (pencari rezeki) di terminal tersebut.

Dugaan pungli di terminal BRPS Tipe A yang sejatinya ditangani oleh Ditjen Hubdat Riau -Kepri dirasakan terhadap para pencari rezeki di ruang lingkup terminal, yang sehari-hari beraktifitas di terminal.

Seperti yang terjadi terhadap pencari rezeki di terminal yang tidak ingin namanya di publikasi oleh media ini mengatakan, Kasat Terminal BRPS ada sentimen kepada bus Rajawali. Seperti loket bus Rajawali sudah di isi bus Paradep (bukan kosong-red), ada bus Paradep yang reguler Pekan Baru – Siantar Medan, loketnya hanya 1 pintu di terminal, sedangkan bus lain seperti Putra Simas bukan bus reguler, hanya bus lintas Bengkulu – Medan yang di berikan 3 pintu di terminal,” terangnya.

Sambungnya lagi, mentang-mentang perwakilan Putra Simas bapak Parlin Saragi, dan ada anaknya di Honorer Perhubungan Terminal, jadi bapak Honorer itu di berikan 3 pintu sama bapaknya. Banyak masalah yang terjadi sebenarnya di terminal ini, yang pertama, itu namanya anak emas alias pilih kasih. Mohon di pertanyakan sama Kepala Terminal, kenapa harus loket bus Rajawali yang 1 pintu dan sudah di isi bus Paradep?,” tanya nya.

Kenapa itu di umber-umbar dan akan di berikan ke bus Medan Jaya. Kenapa tidak loket Putra Simas yang nota bene bus lintas dan hanya 1 per hari dapat 3 pintu,” kata sumber salah satu perwakilan di terminal yang namanya tidak ingin dipublikasiakan dengan alasan tertentu.

Dan yang kedua, apakah bisa di tanah pemerintah, orang lain membangun, ku rasa tak bisa kan?. Namanya aja sudah tanah milik pemerintah. Tapi ini bisa, buktinya kita di suruh Kepala Terminal membangun buat kanopi, buat kamar mandi, ngecor lantai dan buat listrik token di tanah pemerintah.

BACA JUGA :  OPD Pemprov Sumut Diminta Tingkatkan Penerapan SAKIP

“Kita agen-agen bus di suruhnya, kita sampai minjam uang sana sini, minjam uang kepada koperasi, dan sampai sekarang belum lunas,” paparnya.

Yang ketiga, Terminal ini Tipe A, jelas milik, tapi buat memperbaiki jalan yang rusak di dalam terminal, pasti di adakan teken les atau sumbangan berjalan. Pertanyaannya, apakah tak ada lagi uang Dirjen Pehubunga Darat, sampai agen-agen yangg ngecor jalan rusak?.

“Kasihan sekali Pemerintah kita (Dirjen-red), kita tak ada uang, sampai agen-agen yang perbaiki atau ngecor jalan didalam terminal ini,” hibanya.

Ke empat, apakah agen bisa menilang Bus Parawisata?. Namanya yang menilang Barita Manik, 2 bus sudah di tilangnya, diminta uang dari supir Rp500.000,- hingga Rp1.000.000,- dan SIM di tahan Barita Manik atau agen bus PMM. Bisa di tanya lansung bapak Engka Simatupang, perwakilan bus Armadar, kebetulan beliau yang pegang bus parawisata itu, inikan sudah pungli namaya?.

Dan yang kelima, kurang lebih 2 tahun yang lewat, bapak Kepala Terminal, meminta 250 ribu per bus Parawisata tanpa ada keterangan yang jelas, apakah itu bukan pungli juga?,” tanya sumber.

“Jangan-jangan ini perintah dari Kasat Terminal, berupaya bersih dan cuci tangan. Sangat mustahil agen bus bisa menilang bus. Karena Barita Manik ini anak mas Kasat Termina juga. Ini namanya karena keluarga, dan jabatanpun digunakan untuk mengkondisikan sesuatu maksud dan tujuan,” tutup sember.

Dengan adanya permasalahan di Terminal Tipe A Bandara Raya Payung Sekaki (BRPS) Kota Pekanbaru, awak media mengkompirmasikan kepada pihak Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Riau – Kepri melalui Hamas. Dari hasil kompirmasi Humas Dirjen Hubdat berjanji akan memberikan hasil kompirmasinya tanggal 14 Juni, tetapi sampai saat berita ini di muat Humas Dirjen Hubdat tidak memberiakn hasil kompirmasinya. (M Daneil)

BACA JUGA :  Petani Merasa Terbantu Dengan Di Bangunnya Jalan Persawahan Sumberejo