Menjelang empat pekan, misteri kematian Kepala Bidang Aset Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Purwakarta, Yogi Saleh (40), warga Desa Citalang, Purwakarta, masih terus didalami oleh pihak kepolisian. Hingga saat ini, pihak Polres Purwakarta menyatakan bahwa kasus tersebut sedang berada dalam tahap akhir penyimpulan.
Purwakarta, Infoindependen.com –
Kepolisian menegaskan bahwa mereka tidak bekerja sendirian dan melibatkan berbagai unsur dalam proses penyelidikan. Pihak Polres Purwakarta menjelaskan bahwa mereka melakukan kolaborasi dengan instansi terkait, dimana lokal pihaknya mendata, menginformasikan dan jika perlu membawa kasus ini ke tingkat nasional.
Terkait desakan keluarga mengenai kejanggalan dalam kematian Yogi, pihak kepolisian meminta agar masyarakat bersabar dan tidak terburu-buru dalam mengambil kesimpulan. Kepolisian saat ini tengah memfokuskan upaya pada scientific investigation atau investigasi ilmiah sebagai landasan utama penetapan kasus.
Menurut keterangan dari pihak Polres, semua keterangan dan bukti-bukti pendukung yang diperlukan dalam penyelidikan telah berhasil dikumpulkan. Saat ini, kepolisian masih menunggu hasil investigasi ilmiah tersebut keluar, agar dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab pasti kematian.
”Tinggal scientific-nya turun, nanti kita rilis untuk kesimpulannya,” ujar Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, S.H., S.I.K., M.H., dalam keterangannya saat diwawancara awak media di acara Pemusnahan Barang Buktil di Halaman Kejaksaan Negeri Purwakarta, pada Rabu (8/7/2026).
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian memastikan bahwa pengusutan kasus ini akan dilakukan secara profesional dan transparan guna menjawab pertanyaan publik dan keluarga terkait peristiwa tragis yang menimpa pejabat BKAD tersebut. (Jgs)











